Bangun Eco-City Yuk!
30 Maret 2009
Bulan yang lalu, Saya mendapatkan sebuah sms dari seorang dosen Saya di kampus. Dalam sms tersebut, beliau mengundang kami dalam acara diskusi terkait masalah sampah di LPM UNESA. Sebenarnya yang akan menghadiri acara tersebut adalah teman Saya, karena kapasitas keilmuan Saya dalam masalah ini sangat jauh – antara pendidikan dan lingkungan. Berhubung, banyak teman-teman yang berhalangan, akhirnya Saya harus mewakili lembaga kami, Yayasan Pengembangan SDM IPTEK. Ya berangkatlah Saya dalam acara tersebut, sambil menengok kembali kampus yang terletak di kawasan Ketintang tersebut.
Acara tersebut banyak dihadiri oleh Ibu-ibu yang datang dari beberapa kecamatan di Surabaya. Yang melatar belakangi diskusi ini, adalah berawal dari keresahan dari masyarakat kota akan sampah di kota metropolis yang semakin hari menggunung, mengganggu lingkungan dan sekaligus keindahan tata kota. Ketika hujan tiba, selalu bisa ditebak, kota kota Pahlawan ini selalu tergenang air hujan.
Salah satu konsep yang ditawarkan dalam mengatasi problematika sampah perkotaan oleh salah satu pemateri dalam diskusi tersebut, adalah konsep eco-city. Konsep ecological city atau eco-city diartikan sebagai sebuah kota yang hijau, sehat dan bersahabat dengan lingkungan (Aston 1992, Roseland 1997). Konsep ini menekankan adanya ketergantungan secara fisik dari masyarakat pada kondisi lingkungan. Eco-city dibangun berdasarkan atas kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan menjadikan ”sampah” sebagai teman, bukan monster yang harus ditakuti sekaligus diacuhkan keberadaannya.
Sampah keberadaannya bisa membawa keuntungan bagi kita, jikalau kita mau mengelolanya dengan baik. Bahkan sampah bisa menjadi ladang amal, kata Asri Wijiastuti , seorang praktisi sampah. Jadikanlah sampah menjadi teman kita sehari-hari, InsyaAllah dalam diri kita akan muncul kepedulian terhadapnya. Yuk bangun eco-city dengan membangun eco-eco yang lain di sekitar kita: eco-school;eco-campus;eco-office;eco-mosque, dan sebagainya. (hamasah)
One Response to “Bangun Eco-City Yuk!”
Komentar

eco-city bukanlah impian tetapi tujuan..