Dialog Interpreneurship Bersama Iman Supriyono (SNF Consulting)
31 Januari 2009
MENJADI ENTERPENEUR SEJAK MAHASISWA

“Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki tingkat pendapatan penduduk masih tergolong rendah. Pada akhir-akhir ini yang banyak orang yang mengejar kedudukan dibidang politik, padahal sangat banyak orang yang mengharapkan hal itu, sehingga peluang untuk mendapatkannya juga sangat sulit. Berbeda halnya dengan dunia enterpreneurship, sedikit orang yang mau mengerjakannya, padahal peluangnya sangat besar. Persaingan tidak terlalu berat” ucap penulis buku FSQ ini. Di Indonesia jumlah enterpreneur berkisar antara o,18% . Di negara maju misalnya USA 11% dan Singapura sebesar 6%. Jika kita bisa menambah jumlah enterpreneur tersebut maka kita dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang bisa mengurangi jumlah pengangguran saat ini. Apalagi jumlah pengangguran saat ini menurut kompas paling banyak didominasi oleh lulusan Diploma dan Sarjana. Inilah yang menjadi tugas berat kita saat ini agar tidak menambah jumlah pada angka tersebut dan harus bisa menguranginya.
Menjadi enterpreneur bisa dimulai kapan pun. Akan tetapi tidak ada kata terlambat untuk memulainya. Memang menjadi enterpreneur yang sukses tidak semudah menjadi pegawai negeri. Kita bisa belajar enterpreneur dari berbagai tokoh yang sudah sukses di dunia enterpreneur, misalnya sahabat Nabi SAW yaitu Abdurrahman bin Auf. Beliau adalah orang yang ahli dalam bidang perdangan tanpa melupakan ibadahnya. Seperti itulah kita seharusnya ketika hidup di dunia. Ibadah tetap istiqomah dan berbisnis menjadi sarana untuk ibadah juga.
Prinsip dasar ketika memasuki dunia enterpreneur adalah kerjakan apa saja yang halal asal jangan sampai meminta-minta. Prinsip inilah yang membuat orang akan memiliki keberanian untuk menjadi enterpreneur yang sukses. Apabila kita telah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri maka jati diri akan ditemukan. Apakah seseorang itu cocok menjadi enterpreneur atau tidak. Sebenarnya semua cocok tetapi bisa sukses atau tidak di dunia enterpreneur.
Untuk belajar masalah finansial agar dapat menjadi enterpreneur yang sukses ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, adalah belajar dari orang–orang yang sukses. Kedua, setelah belajar adalah melakukan tindakan atau take new action dari apa yang sudah dipelajari. Ketiga, pengulangan berkali-kali. Jika ada kegagalan jangan mundur. Keempa,t menciptakan kebaiasaan baru dari perulangan yang dilakukan. Keempat adalah mendatangkan hasil pada diri sendiri dengan mengetahui terus perkembangan usahanya melalui data tertulis. (widodo)
Komentar
