IT Open Source Sebagai Media Pendidikan
20 Nopember 2008

Oleh : Yusuf Ardiansyah *
Kemajuan teknologi yang semakin melesat, terutama di bidang Teknologi Informasi (IT) tak dapat dielakkan lagi. Semua aspek kehidupan telah terjamah oleh perkembangan IT, tak terkecuali dunia pendidikan. IT pun selalu dikembangkan ke arah pendidikan agar selalu dapat memberikan kemudahan pengaksesan informasi, penyampaian, serta pembelajaran. Dengan IT media pendidikan pun menjadi lebih informatif dan komplit daripada hanya sekedar diktat tebal dari guru. Penyampaian pendidikan menjadi terkemas apik serta dapat menarik animo peserta didik.
Salah satu alasan paling vital perlunya pengembangan IT di bidang pendidikan adalah, secara geografis wilayah Indonesia luas, tapi kurang merata dalam distribusi pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM). Misalnya saja, SDM yang dihasilkan dari pulau Jawa lebih baik kualitasnya daripada SDM yang dihasilkan oleh Papua. Hal ini dikarenakan Pulau Jawa menjadi pusat pemerintahan dan sering menjadi pilot projek pertama dari pemerintah pusat dalam program perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan. Karena hal tersebut, tenaga pengajar di pulau ini pun banyak dan berkualitas, sedang daerah yang jauh dari pusat pemerintahan seperti Papua, jumlah pengajarnya sedikit dan kualitasnya juga rendah. Maka diperlulah sebuah sulosi untuk mendistribusi dan memeratakan pendidikan terutama dalam rangka peningkatan kualitas SDM. Salah satu solusi tersebut adalah penggunaan eLearning.
Perkembangan selama ini dalam masalah pendistribusian ilmu pengetahuan dan knowledge tenaga pendidik telah menggunakan konsep e-learning, misalnya saja sekarang buku-buku pelajaran tenaga pendidik dapat mendownload secara langsung lewat situs bse.depdiknas.edu dan tidak usah membeli lagi. Selain itu, kita tahu bahwa program internet masuk sekolah juga telah dilaksanakan. Tapi yang menjadi masalah saat ini adalah program program edukasi institusi sekolahnya adalah program mahal, baik itu dari segi Operating System, ataupun aplikasinya. Padahal yang digunakan rata rata hanya 15% dari kemampuan optimal software tersebut. Sehingga untuk secara personal ataupun bahkan beberapa sekolah menggunakan produk bajakan, sangat ironis memang. Bahkan pembajakan yang merupakan bentuk kriminal di negeri yang mayoritas muslim telah memposisikan Indonesia sebagai pembajak terbesar ke-3 di dunia.
Solusi tepat adalah penggunaan Opensource Operating System, sebut saja Linux untuk media pendidikan. Bahkan Linux sendiri telah mengeluarkan versi khusus untuk pendidikan misalnya Edubuntu. Menurut Petrus. D. A. Ganung Sadewa dalam seminar yang berjudul “Linux sebagai Solusi Pendidikan di Indonesia” bahwa keunggulan Linux sangat banyak antara lain: (1), LINUX adalah system operasi yang free atau gratis dan open source (terbuka bagi siapa saja yang ingin mengembangkannya), (2) Tidak mengenal istilah virus berbagai macam jenisnya dalam programnya dan merupakan karya terbaik dari jutaan hacker diseluruh dunia, (3). Yang paling penting pendapat dari Richard Mattew Stallman dan teman-teman harus mencatat kalau LINUX itu free as in freedom, not free as beer dan tidak dipatenkan karena ilmu-ilmu seperi logaritma, Aljabar, Phytagoras, dan hukum yang ada di Fisika, kimia, matematika, yang mendasari pada sebuah pembuatan perangkat lunak tidak pernah dipatenkan oleh pembuatnya.
* Penulis adalah Mahasiwa Teknik Informatika ITS dan Peserta Program Pesma SDM IPTEK.
One Response to “IT Open Source Sebagai Media Pendidikan”
Komentar

assalamu’alaikum
ternyata ente bisa buat artikel to ?
ah, curang, nggak mau ngaku…