Latar Belakang Berdirinya Lembaga


Setiap negara berjuang untuk mencapai tujuan pembangunan. Dalam konteks Indonesia, perjuangan untuk menciptakan kesejahteraan, keadilan sosial, mencerdaskan kehidupan bangsa dan penegakan kedaulatan merupakan tugas berat. Seluruh komponen bangsa harus bahu-membahu, berjuang untuk pencapaian tujuan besar tersebut, di dalam proses yang dikenal dengan istilah pembangunan.

Proses pembangunan seringkali melibatkan usaha-usaha peningkatan nilai tambah sumberdaya dalam rangka menyediakan barang dan jasa yang bernilai tinggi. Dalam kerangka ini, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) merupakan instrumen penting pembangunan dalam peningkatan nilai tambah sumber daya tersebut. Dengan demikian, tatanan pembangunan yang kian hari kian kompleks memerlukan basis dukungan di bidang IPTEK secara memadai.

Persoalan pembangunan di bidang IPTEK setidaknya meliputi persoalan di bidang kapasistas IPTEK, kelembagaan IPTEK dan sumberdaya mnausia (SDM) IPTEK. Persoalan kapasitas IPTEK berkaitan dengan penguasaan sumber-sumber dan pengembangan IPTEK, yang ditandai dengan rendahnya inovasi di bidang IPTEK. Persoalan kelembagaan meliputi koordinasi antar lembaga IPTEK, koherensi antara sektor pengembangan IPTEKĀ  dengan sektor pembangunan yang lain serta masalah perundangan dan managemen lainnya. Persoalan ketiga terkait dengan kurang memadainya SDM di bidang IPTEK untuk memikul tugas-tugas berat berkontribusi di dalam proses pembangunan bangsa.

Memperhatikan persoalan-persoalan di atas, Yayasan Pengembangan SDM IPTEK yang terbentuk pada tahun 2007 dengan akta Notaris No.06 tanggal 16-04-2007 dari notaris Iyen Suhesti, SH dimaksudkan untuk membina sumber daya manusia di bidang ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Yayasan juga dimaksudkan untuk memberikan pelayanan masyarakat berbasis IPTEK, menyebarkan hasil-hasil IPTEK, serta berperan dalam pengambilan kebijakan publik dengan dukungan IPTEK demi tewujudnya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.