Rapat LPJ akhir tahun

24 December 2009

Ahad, 20 Desember 2009

Pertemuan antara jajaran Direksi, Dewan Pengurus, Dewan Pengawas dan Dewas Pembina berlangsung dari pukul 07.00 WIB. Pertemuan ini merupakan moment bagi direksi untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban aktivitas, kinerja, dan perkembangan yayasan selama tahun 2009.

Pada kesempatan tersebut, direksi melaporkan laporan pertanggungjawaban dengan membagi menjadi 3 sub pokok bahasan. Sub pokok bahasan tersebut yaitu laporan secara umum tentang aktivitas yayasan, laporan tentang Pesantren Mahasiswa (Pesma) SDM IPTEK, dan laporan unit bisnis yayasan. Laporan umum tentang yayasan disampaikan oleh Setyo Martono, ST selaku direktur yayasan Pengembangan SDM IPTEK, laporan tentang Pesma disampaikan oleh Efendi, ST selaku manager Pesma, dan laporan tentang unit bisnis disampaikan oleh Satriyo Utomo, ST selaku manager program.

Setyo Martono, ST

Pada laporan umum, Setyo Martono menyampaikan bahwa pelaksanaan program 2009 baru mencapai 75%. Terdapat beberapa kendala dan dinamika selama perjalanan yayasan sehingga dilakukan beberapa penyesuaian. Kendala umum yang dihadapi oleh yayasan adalah terbatasnya jumlah SDM yang bisa fokus. Sebagian personil masih dalam tahap menyelesaikan studinya di kampus.

Pada kesempatan yang diberikan untuk  penyampaian laporan tentang Program Pesma SDM IPTEK efendi selaku manager Pesma menyampaikan bahwa program

ini sudah berjalan selama 17 bulan dari 24 bulan program yang dirancang menghasilkan capaian berupa kemajuan santri baik berupa prestasi pemahaman keislaman maupun prestasi akademik. Beberapa prestasi yang diraih diantaranya terpilihnya Essa Abu Bakar mahasiswa S1 Teknik Mesin sebagai runner up duta koperasi, diterimanya proposal bisnis rancangan santri Pesma oleh ITS, terpilihnya salah seorang santri sebagai juara Lomba Karya Tulis Mahasiswa, dan prestasi lainnya. Dibalik itu semua, banyak hal pula yang harus kita evaluasi terutama dalam upaya peningkatan kualitas proses pembinaan SDM IPTEK.

Efendi, ST.

Ditambahkan pula oleh Efendi jika terdapat beberapa catatan penting yang perlu mendapat konsentrasi khusus dalam peningkatan kualitas yakni terkait penyempurnaan kurikulum dan silabus pembinaan, pembenahan SDM yang terlibat dalam proses pembinaan baik supervisor maupun pembicara yang dihadirkan untuk mengisi materi-materi tertentu, serta sistem pengelolaan pembinaan. Efendi yakin bila pembenahan terhadap ketiga komponen tersebut dapat dilakukan Pesantren Mahasiswa SDM IPTEK dapat memenuhi visi besarnya untuk mendidik dan membina mahasiswa agar menjadi generasi yang memiliki pribadi yang religius, wawasan yang utuh dan luas, kepedulian yang tinggi serta pelopor kebaikan bagi lingkungannya.

Satriyo Utomo, ST

Sesuai dengan rencana fokus Yayasan Pengembangan SDM IPTEK yang salah satu fokusnya tentang kemandirian yayasan dalam bidang finansial, Yayasan mecoba membuat usaha dan melakukan investasi pada beberapa jenis usaha. Kegiatan dalam rangka fundraising tersebut telah dimulai sejak tahun 2009. Bisnis yang digeluti adalah bandeng tanpa duri dengan merek dagang Bandeng Mutiara dan produk olahan jamur dengan nama Jamur Crunchy. Kedua bisnis tersebut selain sebagai sarana fundraising, kedua usaha tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bisnis dalam pemberdayaan masyarakat sekitar.

Pada Bandeng Mutiara, bisnis dikelola oleh beberapa mahassiwa semester akhir yang dimulai pada bulan januari. Bandeng Mutiara hanya beroperasional sekitar dua bulan saja. Hal ini terjadi karena kesibukan pengelola meningkat sehingga kesulitan mengatur waktu sedang kondisi pasar yang dihadapi cukup berat. Biaya operasional membengkak sedang pemasukan secara berirama menurun bertahap. Bisnis ini pun diputuskan untuk tidak dilanjutkan. Bisnis kedua adalah Jamur Crunchy. Pada bisnis ini yayasan berperan sebagai investor. Bisnis ini diwujudkan dalam dua tempat yakni di surabaya dan Malang. Perkembangan Jamur Crunchy dirasa lebih baik dari Bandeng Mutiara, dan hingga kini terus menunjukkan hasil positif.

Di akhir penyampaian laporan pertanggungjawaban, dewan pengurus dan pembina memberikan rekomendasi di antaranya berupa strategi ekspansi program, penguatan SDM, dan penguatan jaringan. Selain itu, disampaikan pula oleh Bapak Tri Wikantoro selaku perwakilan Dewan pembina agar yayasan dapat menjaga sustainablity dalam aktivitas, program, dan cashflow yayasan.



Leave a Reply