Rendah, alokasi Dana Energi Terbarukan.

1 April 2009

Surabaya. Anggota Dewan enegri Nasional (DEN) Mukhtasor menilai keberpihakan pemerintah pada pengembangan energi terbarukan masih kurang. Buktinya, alokasi dana untuk pengembangan energi terbarukan tahun ini masih Rp.75 Miliar. Dana itu akan dipakai untuk pengembangan 79 desa mandiri energi di seluruh Indonesia.

”Padahal, banyak dana bisa dimanfaatkan untuk pengembangan energi terbarukan ini. Misalnya, dana tidak terpakai untuk subsidi BBM karena turunya harga minyak bumi, ” katanya saat seminar nasional Renewable Energy and Global energy Crisis di ITS, Surabaya kemarin (30/3).

Karena itu, dia meminta harus segera diubah cetak biru kebijakan energi nasional.”kami berharap ke depan ada penyaluran kredit pengembangan peralatan yang menghasilkan energy terbarukan, ”ujarnya.

Di forum yang sama, Country Director world Bank Joachim Von Amsberg yakin Indonesia akan lebih jika mengembangan energi terbarukan. ”selama ini kinerja ekonomi Indonesia sudah cukup baik. Pertumbuhan Indonesia akan lebih baik jika ketergantungan pada energi fosil terus berkurang,” jelasnya.

Berdasarkan data, emisi energi (bahan bakar) fosil di Indonesia meningkat 6 persen setipa tahun. Indonesia merupakan salah satu di antara 25 negara penghasil emisi terbesar di dunia. “harus ada perubahan cukup mendasar. Salah satu usaha kongkretnya adalah pengembangan energi terbarukan,” saranya menurut dia, hal itu juga akan menambah daya saing Indonesia di dunia Internasional…..(Jawa Pos, 31 Maret 2009)

Komentar