Sampah Ancaman atau Peluang?
27 Februari 2009

Setiap kali musim hujan tiba, kota Surabaya selalu menuai problem yang rumit, yakni banjir. Hampir diseluruh wilayah Surabaya selalu terendam air. Wilayah yang langganan banjir diantaranya; wilayah Rungkut, Medokan Semampir, dan Jl. Mayjend Sungkono. Banjir yang selalu menyapa kota pahlawan tersebut, disebabkan karena aliran air dan kanal-kanal yang ada di kota Surabaya seringkali tersumbat oleh sampah. Sehingga air yang tumpah ketika hujan tidak bisa mengalir dengan lancar karena sumbatan sampah. Hingga kini, Surabaya belum bisa keluar dari problem ini.
Untuk itu, pada bulan Februari ini, program dialog Tokoh Pesantren Mahasiswa SDM-IPTEK menghadirkan praktisi sampah dan lingkungan. Beliau adalah Dr. Asri Wijiastuti, M.Pd. Selain aktif sebagai dosen di UNESA, beliau juga aktif di Dewan Kota. Dalam paparannya, alumnus doktor bidang kimia lingkungan UNAIR tersebut menjelaskan, bahwa sampah selain bisa mendatangkan bahaya, sampah juga bisa menjadi peluang mendatangkan usaha baru. Jika masyarakat mampu mengelola sampah dengan baik, tidak menutup kemungkinan masyarakat dapat mendatangkan keuntungan yang lumayan besar dari sampah.
Sampah dapat diolah menjadi kompos, kerajinan-kerajinan kecil dan peralatan rumah tangga. Sampah juga dapat diolah lagi atau di daur ulang menjadi bahan dasar penghasil produk lain yang dihasilkan oleh industri-industri menengah atau besar. Terang pemiliki “Asri Komposter” tersebut. (hamasah).
Komentar
